02 January 2010

APA ITU SUBROGASI, CESSIE, DAN NOVASI???

SUBROGASI ( Pembayaran Utang oleh Pihak Ketiga)

Subrogasi adalah pembayaran pihak ketiga kepada kreditor baik secara langsung maupun tidak langsung yaitu melalui debitor yang meminjam uang kepada pihak ketiga. Jadi, disini debitor yang mempunyai utang kepada kreditor meminjam uang kepada pihak ketiga untuk membayar uangnya kepada kreditor. Subrogasi ini adalah upaya mencegah terjadinya unjust enrichment ( memperkaya diri sendiri secara tidak adil). Jangan sampai, kreditor menerima 2 kali pembayaran, yaitu dari pihak ketiga dan debitor atau sebaliknya jangan sampai setelah debitor membayar utangnya kepada kreditor, ia merasa dirinya telah bebas dari utang padahal ia masih mempunyai utang terhadap pihak ketiga. Oleh karena itu, pihak ketiga harus mengajukan subrogasi untuk menggantikan kedudukan kreditor lama sebagai kreditor baru terhadap debitor.

Dalam sistem hukum common law (Inggris dan negara persemakmurannya), Subrogasi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Simple Subrogation.

Dalam simple subrogation, pembayara pihak ketiga terhadap utang debitor, tidak serta merta menghapuskan hubungan utang- piutang antara debitor dan kreditor. Walaupun kreditor sudah menerima pembayaran dari pihak ketiga, ia masih punya hak untuk meminta lagi ke debitor ( Unjust Enrichment Kreditor).Maka dari itu, pihak ketiga harus meminta supaya dilakukannya subrogasi sehingga pihak ketiga bisa bertindak dengan MENGGUNAKAN NAMA KREDITOR meminta pembayaran kepada Debitor.

Reviving Subrogation.

Dalam Reviving Subrogation, pembayaran pihak ketiga kepada Kreditor mengakibatkan putusnya hubungan utang- piutang antara debitor dan kreditor. Karena dianggap sudah membayar utangnya, debitor tidak wajib membayar utangnya lagi kepada pihak ketiga ( Unjust Enrichment Debitor). Oleh karena itu, hukum memberikan pihak ketiga hak subrogasi. Dalam hal ini, pihak ketiga meminta pembayaran utang kepada debitor dengan MENGGUNAKAN NAMANYA SENDIRI karena hubungan antara debitor dengan kreditor lama telah hapus.

Lalu Indonesia lebih menggunakan jenis yang mana??

Indonesia lebih memakai sistem Reviving Subrogation. Mengapa? Karena bisa saja pihak ketiga adalah juga debitor dalam perikatan tanggung renteng yang juga memiliki kewajiban membayar utang kepada kreditor.

Subrogasi bisa lahir karena Perjanjian dan Undang- undang.

Subrogasi yang lahir dari perjanjian.

Diatur di Pasal 1401 KUHPerdata.

Kreditor menyatakan dengan tegas bahwa ia telah menerima pembayaran dari pihak ketiga dan pihak ketiga menggantikan hak- haknya terhadap debitor termasuk gugatan, hak istimewa maupun atas hipoteknya. Atau, Debitor menyatakan dengan tegas bahwa ia meminjam sejumlah uang kepada pihak ketiga dan menetapkan pihak ketiga menggantikan hak- hak kreditor terhadap debitor. Pernyataan ini harus dibuat melalui AKTA AUTENTIK.

Subrogasi yang lahir dari Undang- undang.

Diatur di Pasal 1402 KUHPerdata.

Subrogasi terjadi tanpa perlu persetujuan antara pihak ketiga dengan kreditor lama, maupun antara pihak ketiga dengan debitor. Dalam pasal ini disebutkan bahwa jika seorang kreditor pemegang hipotek kedua yang melunasi piutang kreditor pemegang Hipotek pertama, maka terjadi subrogasi yaitu si pembeli menggantikan kedudukan kreditor pemegang hipotek.

Akibat Subrogasi = Beralihnya piutang Kreditur kepada pihak ketiga yang melakukan pembayaran.

CESSI ( Peralihan Piutang Atas Nama)

Piutang atas nama adalah piutang yang pembayarannya dilakukan kepada pihak yang namanya tertulis didalam surat piutang tersebut ( kreditor lama). Cessie adalah suatu pengalihan piutang atas nama yang diatur dalam pasal 613 KUHPerdata yang terjadi melalui jual- beli antara kreditor yang lama dengan kreditor yang baru. Jadi, utang yang lama tidak hapus tetapi beralih kepada pihak ketiga sebagai kreditor baru.

Jual- beli piutang ini terjadi karena kreditor membutuhkan uang, sedangkan piutang tersebut belum jatuh tempo sehingga kreditor tidak dapat menagihnya. Akhirnya piutang ini dijual kepada pihak ketiga dibawah harga nominal. Cessi adalah perbuatan hukum pengalihan hak milik ( Yuridisce Levering) sesuai dengan Teori Kausal, Pasal 1458 Kuhperdata mengatakan bahwa juual- beli dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak, seketika setelah penjual dan pembeli sepakat tentang barang dan harga walaupun barang tersebut belum diserahkan dan harga belum dibayar. Peralihan piutang ini HARUS DIBERITAHUKAN debitor. Jika pemberitahuan tidak dilakukan, Cessie tidak berlaku. Setelah itu, Kreditor barulah yang memiliki hak untuk menagih piutang tersebut dari debitor.

NOVASI ( Pembaruan Utang)

Novasi adalah pembaruan utang yang disertai hapusnya perikatan yang lama. Kreditor atau debitor baru tidak menggantikann kreditor atau debitor yang lama karena perikatannya telah hapus kemudian diperbarui dengan perjanjian baru. Contoh: perjanjian jual- beli diperbarui menjadi perjanjian pinjam- meminjam.

Novasi ada 2 macam:

1. Novasi Subjektif ( Adanya kesepakatan untuk perbaruan utang).

Kreditor lama dalam perikatan yang lama diganti oleh pihak ketiga sebagai kreditor dalam perikatan yang baru ( Novasi Subjektif Aktif).

Debitor yang lama dalam perikatan yang lama diganti oleh pihak ketiga sebagai debitor dalam perikatan yang baru ( Novasi Subjektif Pasif).

2. Novasi Objektif ( Pembaruan kesepakatan).

Contoh: perjanjian kredit diganti dengan perjanjian restrukturisasi utang.

Dalam novasi, perikatan lama hapus dan pada perikatan yang baru tidak dapat diperjanjikan lagi hak- hak istimewa yang melekat pada perjanjian lama.

APA PERBEDAAN ANTARA CESSIE, SUBROGASI, DAN NOVASI???

1. Cessie selalu terjadi melalui perjanjian, sedangkan subrogasi terjadi karena undang- undang maupun perjanjian.

2. Cessie selalu diperlukan akta, sedangkan subrogasi tidak mutlak, kecuali subrogasi yang lahir dari perjanjian.

3. Dalam cessie, peranan kreditor mutlak diperlukan sedangkan subrogasi yang terjadi karena undang- undang hal ini tidak diperlukan.

4. Subrogasi terjadi karena pembayaran, cessie terjadi bisa karena jual beli maupun utang piutang.

5. Cessie hanya berlaku kepada debitor setelah adanya pembertahuan, sedangkan dalam subrogasi tidak mutlak ada pemberitahuan.

6. Dalam cessie, utang piutang yang lama tidak hapus sedangkan dalam Novasi, utang – piutang yang lama hapus kemudian dihidupkan kembali. Pada Subrogasi, perikatan yang lama hapus karena pembayaran kemudian perikataan itu hidup lagi, kreditor baru menggantikan posisi kreditor lama.

7. Novasi adalah akibat perundingan segitiga. Pada subrogasi, debitor bersifat selamanya pasif.

Semoga penjelasan ini dapat membantu teman- teman dalam memahami Subrogasi, Cessie, dan Novasi.. ^^

4 comments:

Popi said...

thanks infonya...

santy said...

bantuan infonya donk jadi antara subrogasi dan cessie akibat hukumnya berbeda ga ?

dwi ayunda sahar said...

maaf br me-reply sekarang.. memang sering terjadi kesalahan penafsiran antara cessie dan subrogasi. Persamaan keduanya adalah sama-sama pengalihan piutang. Akibat hukumnya juga sama, kewajiban debitur pindah kepada kreditur baru. Namun, perbedaan dantara keduanya adalah:
- Pada cessie, pengalihan piutang yang terjadi biasanya karena ada jual-beli piutang antar kreditor dengan calon kreditor baru.
- Pada subrogasi, pengalihan piutang terjadi karena ada pihak ketiga yang mau membayarkan utang debitor kepada kreditor. Akibatnya, hak atas piutang itu berpindah kepada si pihak yang membayarkan itu sebagai kreditor baru.

Cessie banyak ditemukan dalam perbuatan hukum pengalihan piutang di bidang perbankan. Subrogasi terjadi di bidang perasuransian.


demikian,

Adi Pharadisze said...

Hi, thanks. Helful article,,,,

Post a Comment