18 January 2010

PERJANJIAN PERKAWINAN ( PRENUPTIAL AGREEMENT)

Perjanjian perkawinan ( Prenuptial Agreement) adalah perjanjian yang diadakan oleh sepasang calon suami- isteri perihal harta benda perkawinan sebelum perkawinan itu dilangsungkan. Hanya SEBATAS pada harta benda perkawinan saja ( tidak termasuk anak) dan disepakati SEBELUM perkawinan dilangsungkan. Perjanjian perkawinan TIDAK BOLEH diubah ataupun ditarik selama perkawinan berlangsung. Dapat dilakukan melalui AKTA AUTENTIK (notaris) maupun AKTA DIBAWAH TANGAN. Perjanjian perkawinan diatur di dalam Pasal 29 UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

mengapa ada perjanjian perkawinan??

Dalam Pasal 119 KUHPerdata, dijelaskan bahwa Kekayaan masing-masing yang dibawanya kedalam perkawinan itu dicampur menjadi satu. Lebih lanjut lagi dalam ayat 2 nya bahwa persatuan (percampuran) harta itu sepanjang perkawinan tidak boleh ditiadakan dengan suatu persetujuan antara suami istri. Harta persatuan itu menjadi kekayaan bersama Apabila terjadi perceraian, maka harta kekayaan bersama itu harus dibagi dua sehingga masing- masing mendapat separuh.

Dalam Pasal 35 UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dijelaskan bahwa, ada 2 jenis harta benda perkawinan, yaitu:
  1. Harta Bersama, yaitu harta yang diperoleh selama perkawinan berlangsung.
  2. Harta Bawaan, yaitu harta yang berada dibawah pengawasan masing- masing selama perkawinan berlangsung. Misal, hadiah dan warisan.
Perjanjian perkawinan diadakan untuk menyimpangi peraturan- peraturan diatas mengenai harta benda perkawinan. Dapat diperjanjikan bahwa para pihak ingin agar kekayaannya tetap terpisah selama perkawinannya berlangsung.

Perjanjian perkawinan yang telah disepakati dan ditanda- tangani berlaku sebagai undang- undang bagi para pihak yang membuatnya, juga pihak ketiga yang dilibatkan. Perjanjian perkawinan, meskipun memakai sistem hukum yang berbeda, tetap berlaku bagi para pihak dimanapun mereka berada asalkan telah didaftarkan di negara dimana perjanjian itu dibuat.


2 comments:

Melcheong said...

Mbak, akta dibawah tangan maksudnya apa ya? saya punya statement of asset separation antara suami saya dan saya sebelum menikah (kita bikin karena di sg gak mengenal prenuptial secara hukum), itu bisa dianggap sebagai perjanjian pisah harta gak?

ayunda said...

maaf, saya baru balas comment anda. yang dimaksud akta dibawah tangan adalah akta yang dibuat para pihak tanpa disaksikan oleh pejabat yang berwenang. pejabat yang berwenang dimaksud adalah notaris. Jadi, akta/perjanjian itu cukup dibuat oleh para pihak yang bersangkutan. Dengan demikian, akta/ perjanjian tersebut pun memiliki kekuatan hukum. statement of asset separation juga bisa disebut sebagai perjanjian pranikah (prenuptial agreement). oleh karena itu, dapat dikatakan demikian bahwa anda dan suami anda telah melakukan perjanjian pisah harta.
semoga membantu. ada lagi yang ditanyakan?

Post a Comment